Kilau cahaya yang berkelibat cepat,
membuat mataku sakit.
Perutku mual, seperti penuh sampah.
Atau uh oh, rasanya sesuatu yang ringan menabrak-nabrak dinding usus.
Kupu-kupu?
Dalam perutku?
WTF, aku tak sedang berpuisi dan kuhindari kalimat cheesy sebagai representasi.
Ya, dan baru saja aku melakukan penolakan seperti biasa.
Aku mesin, dan butuh remote untuk menguasai diri.
Aku kaku, dan chip yang terselip di otak kenyal buatan tak mengharuskanku memiliki sesuatu yang berlebihan.
Kemudian aku melihat dia.
Tersenyum dan mengabaikan tubuhku yang bergerak canggung.
Sekarang katakan padaku wahai ilmuwan.
Bolehkah robot jatuh cinta?
gehehe..
beruang haus pasti aslinya cewek cantik deh! gahahaha